Jakarta - Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional III di Bangka Belitung resmi dibuka oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Dalam pidato pembukaan, Lukman mengimbau kepada para peserta untuk mengamalkan Trisatya Pramuka yang menurutnya saat ini kalah populer dengan Dasadarma Pramuka.
"Saya dengan segala permohonan maaf kepada seluruh Kwarnas Pramuka, yang saya ketahui nampaknya Trisatya kalah populer dengan Dasadarma. Betul Dasardama kita juga mengaplikasikan, tapi juga Trisatya yang dikenal di Pramuka sebagai komitmen, sebagai janji yang terdiri dari 3 poin itu," kata Lukman di Bumi Perkemahan Selawang Segantang, Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Selasa.
Lukman kemudian membacakan Trisatya yang berbunyi sebagai berikut.
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. Menepati Dasa Dharma.
Lukman mengimbau kepada peserta PPNM III untuk mengamalkan Trisatya dan merefleksikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Trisatya Pramuka menurut Lukman dapat diterapkan mengingat Indonesia yang terdiri dari beragam agama. Lukman juga mengingatkan kepada peserta bahwa Pancasila dan NKRI adalah konsensus yang telah dibuat.
"Kita merasa bahwa sebagai bangsa di tengah-tengah keragaman, kita harus senantiasa memiliki komitmen, memiliki konsensus bahwa kehidupan masyarakat itu berdasarkan Pancasila di bawah kesatuan Republik Indonesia. Saya ingin mengingatkan bahwa Pancasila, NKRI, itu adalah konsesus kita. Itu terikat dengan kesepakatan kita sebagai muslim yang kita buat sendiri," tuturnya.
Lukman pun meminta kepada para pembina Pramuka madrasah untuk turut menyertakan Trisatya di setiap acara Pramuka. Ia pun menegaskan, di dalam butir kedua Trisatya Pramuka terkandung maksud agar masyarakat Indonesia bersama-sama membangun Indonesia.
"Yang ingin saya tegaskan, yaitu butir kedua, yaitu ikut serta membangun masyarakat, dan bukan meruntuhkan sendi-sendi yang menjadi pilar kehidupan masyarakat," katanya.
"Hal ini perlu saya tegaskan karena kita hidup di rumah milik bersama. Kita hidup di satu rumah sesungguhnya. Itulah NKRI kita, rumah kita bersama. Tentu kita memiliki hukum-hukum yang dipatuhi bersama. Karenanya saya berharap kita memiliki kemampuan untuk memiliki komitmen tersebut," imbuhnya.
Di akhir pidatonya, Lukman juga berpantun. Dalam pantunnya, ia memuji Pramuka yang cinta NKRI. "Bila sudah namanya cinta, hati merasa berbunga-bunga. Bila sudah namanya Pramuka, pasti membela NKRI dan Pancasila," tutupnya.
Kementerian Agama RI menggelar kegiatan kemah yang diikuti oleh perwakilan siswa madrasah aliyah dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkatan Pramuka Penegak. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak 14 Mei hingga 20 Mei 2017 di Bumi Perkemahan Selawang Segantang, Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
detik.com
0 Response to "Buka Kemah Madrasah Nasional, Menag Minta Trisatya Kembali Digaungkan"
Posting Komentar