Jakarta - Pengiriman benda atau makhluk ke ruang angkasa memerlukan biaya tinggi. Perlu energi besar untuk mendorong roket ke angkasa, sehingga penambahan berat yang sedikit sekalipun berdampak pada penambahan biaya. Demikian juga dengan kebutuhan sumber daya untuk bertahan hidup di angkasa.
Pada 2008, turis angkasa bernama Richard Garriott, seorang pengembang permainan komputer dari Texas, rela membayar US$ 30 juta kepada Badan Antariksa Federal Rusia untuk bisa ikut dalam roket Soyuz, lalu melakukan wisata 10 hari dalam International Space Station.
Tapi hambatan itu tidak menghalangi para ilmuwan mengirimkan berbagai benda dan makhluk ke ruang angkasa.
Misalnya, para peneliti penasaran dengan apa yang akan terjadi pada bakteri jika mereka berada di angkasa sehingga mereka mengirimkan bakteri Salmonella ke angkasa dan mengujinya ketika telah kembali ke Bumi. Ternyata, bakteri itu bertambah kuat.
Bukan hanya hal-hal bersifat ilmiah, seperti disarikan dari ranker.com pada Senin, ada saja benda dikirimkan ke angkasa . Misalnya perusahaan Masten Space Systems di Santa Clara, California, yang menawarkan jasa mengirimkan benda apapun ke angkasa asalkan tidak lebih besar dari kaleng minuman dan tidak terlalu berat.
Berikut ini 8 sejumlah benda dan makhluk yang dikirimkan ke ruang angkasa:
liputan6.com

0 Response to "Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Angkasa Luar - Global"
Posting Komentar