Hampir setiap pekan, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengundang serikat buruh atau serikat pekerja ke rumah dinasnya. Pertemuan dalam suasana santai, sangat efektif sebagai medium memfasilitasi SB/SP menyampaikan saran, kritik, dan permasalahan yang dihadapi di lapangan.
Dalam dialog bersama serikat buruh atau pekerja, salah satu hal yang menjadi bahasan adalah isu terkini soal ketenagakerjaan. Seperti beberapa waktu lalu, tentang program pemagangan yang menjadi kritikan para aktivis serikat buruh.
Menaker menyampaikan tentang perlunya peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global. Saat ini, katanya, karakter perusahaan berubah dengan cepat, sehingga perlu dilakukan penyesuaian sumber daya manusia dengan cepat. "Pemagangan merupakan instrumen untuk mempercepat kompetensi. Kemnaker sedang menggalakkan program pemagangan berbasis jabatan," papar Dia.
Pemagangan berbasis jabatan merupakan pemagangan pada jabatan tertentu, pada kurun waktu tertentu dan diakhiri dengan uji kompetensi. Peserta pemagangan diharapkan dapat langsung diserap ke dunia kerja setelah mengikuti program, sehingga program ini juga bertujuan untuk menekan angka pengangguran.
Dalam pertemuan dengan SB/SP, Hanif meminta agar para pengurus melakukan berbagai langkah yang positif dengan kegiataan kreatif dan kondusif terutama saat hari raya buruh atau May Day. "Kalau ada perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, akan tetapi jangan sampai saling membenci," ujar Hanif.
Di setiap pertemuan dengan SB/SP, Hanif menyisipkan pesan yang mengajak SB/SP, saban peringatan May Daya, hendaknya disikapi secara positif."Saya berharap, May Day dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih kondusif dan kreatif," ungkap Menaker. [war]
merdeka.com

0 Response to "Serikat Buruh harus bisa hadirkan program kreatif"
Posting Komentar