Sejumlah pemuka agama dan ilmuwan konservatif Katolik mengkritik pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus. Mereka menganggap Paus Fransiskus menyebarkan ajaran yang dianggap menyimpang.
Dilansir dari laman CNN, Selasa, tudingan terhadap Paus Fransiskus itu disampaikan dalam sebuah surat dikirim pada 11 Agustus lalu. Surat itu diteken oleh 40 orang dan baru dibuka ke khalayak pada Sabtu pekan lalu.
Sejumlah pemuka dan ilmuwan Katolik itu tidak mengatakan Paus Fransiskus menyimpang, tetapi menuding posisi Vatikan dalam masalah pernikahan, moral, dan ekaristi kini bergeser. Mereka mengkritik kebijakan Paus Fransiskus yang dianggap mempraktikkan doktrin ganjil yang selama ini tidak dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Yakni membolehkan pemeluk Katolik bercerai dan menikah kembali supaya bisa mendapatkan Komuni Kudus. Hal itu tercantum dalam dokumen bertajuk Amoris Laetitia terbit tahun lalu.
"Gereja butuh orang-orang cakap yang tidak diam ketika pemimpinnya melenceng. Skandal terkait keyakinan dan moral diberikan kepada dunia," seperti dikutip dalam surat itu.
Para pengirim surat itu adalah pemuka gereja Katolik yang bersilang pendapat dengan Vatikan. Salah satunya adalah Uskup Bernard Fellay yang memimpin Komunitas St. Pius X. Ada juga mantan presiden Bank Vatikan, Ettore Gotti Tedeschi, yang turut meneken surat itu.
Seorang profesor di bidang filosofi Universitas Oxford, Joseph Shaw, turut menandatangani surat itu berharap Paus Fransiskus segera membalasnya.
"Paus Fransiskus mungkin memilih tidak menjawab surat ini, tetapi para uskup dan kardinal tidak seluruhnya bisa menerima. Kalau orang-orang yakin dia melakukan kesalahan, maka hal ini bakal terus membesar," kata Shaw.
Sejumlah petinggi Katolik memang terbelah dalam menanggapi Amoris Laetitia. Uskup dari Malta, Argentina, Polandia, Jerman, dan Amerika Serikat menyatakan tidak sepakat dengan pemikiran Paus Fransiskus membolehkan pemeluk Katolik bercerai dan menikah lagi demi mendapat komuni.
Kalangan konservatif berkeras kalau pemeluk Katolik bercerai tanpa pembatalan pernikahan dari gereja tidak bakal menerima komuni kembali. Sebab jika dia menikah lagi maka hal itu sama saja dianggap berzinah.
Sedangkan pendukung Paus Fransiskus menyatakan kalau doktrin itu tidak bertentangan. Mereka menyatakan hal itu dilakukan supaya doktrin agama sejalan dengan perkembangan zaman. Hingga berita ini diturunkan, Paus Fransiskus belum memberikan tanggapan atas hal itu. [ary]
merdeka.com

0 Response to "Doktrin Paus Fransiskus soal perceraian dianggap sesat"
Posting Komentar