Sukabumi - Ai Fatimah pasien yang kulitnya melepuh diduga mengalami sindrom Stevens-Johnson masih tergolek lemah di ruang ICU RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tidak seperti Senin kemarin, kini pihak keluarga menolak memberikan keterangan kepada wartawan.
Pada Selasa siang, detikcom mendatangi layanan Puskesmas Pembantu Dayeuhluhur, di Jalan Koleberes, Kelurahan Dayeuhluhur. Di tempat tersebut Ai Fatimah pertama kali dikabarkan menjalani pengobatan. Namun suasana Pustu terlihat sepi, pagarnya tertutup dan terpasang selembar kertas bertuliskan permohonan maaf jika layanan puskesmas dialihkan ke Puskesmas induk di wilayah Benteng.
Baca juga: Diduga Keracunan Obat, Kulit Warga Sukabumi Ini Tiba-tiba Melepuh
Sejumlah warga yang melintas memang menyebut sejak pagi layanan Pustu tidak buka, warga terpaksa berobat ke Puskesmas Benteng yang lokasinya lebih jauh. Lalu detikcom mendatangi lokasi Puskesmas Benteng, seorang pegawai mengaku diperintah kepala puskesmas jika ada orang yang menanyakan kondisi menimpa Ai Fatimah untuk mendatangi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.
Keluarga menyebut Ai Fatimah sempat dibawa berobat ke Puskesmas Pembantu Dayeuhluhur. Foto: Syahdan Alamsyah |
"Penyebabnya banyak, tidak hanya karena obat-obatan bisa disebabkan juga oleh makanan atau faktor lain. Langkah kami saat ini adalah memastikan pelayanan kepada pasien maksimal dan bisa terlayani dengan baik," terang Rita di kantor Dinkes Kota Sukabumi, Jalan Surya Kencana No.45.
Rita menegaskan, hal dialami Ai Fatimah sejauh ini didiagnosis menderita gejala sindrom Steven-Jhonson. Namun untuk penyebabnya, menurut Ruta, belum tentu karena mengonsumsi obat-obatan.
"Kita harus mengeksplorasi lagi, karena bisa karena makanan, bisa penyakit infeksi, obat-obatan, terpapar matahari, ada banyak faktor. Semua masih diduga. Hal ini tergantung mana yang memicunya," tuturnya.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Nenny. Foto: Syahdan Alamsyah |
"Bisa menjangkit ke siapa saja. Tergantung hipersensitifnya ke apa, karena kasus Steven-Johnson perbandingannya 1 sampai 1 juta orang. Kita sedang menelusuri, karena gejala awalnya itu baru terjadi setelah 1 hingga 14 hari melalui tanda-tanda melalui flu, batuk dan pilek," ujar Rita.
Kulit Ai Fatimah, warga Kota Sukabumi, tiba-tiba melepuh dan menghitam. Keluarga menduganya keracunan obat. Kondisi paling parah dialami Ai Fatimah mulai dari bagian wajah, kaki, punggung dan tangan.
Keluarga kemudian membawa Ai Fatimah ke RSUD R Syamsudin SH untuk perawatan lebih lanjut. Beberapa hari sebelum kulit melepuh, keluarga menyebut Ai Fatimah sempat dibawa berobat ke Puskesmas Pembantu di wilayahnya. Saat itu Ai didiagnosa menderita tipes, petugas medis puskesmas lalu memberikan obat.
detik.com

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Nenny. Foto: Syahdan Alamsyah
0 Response to "Dinkes Sukabumi Telusuri Penyebab Kulit Fatimah Melepuh"
Posting Komentar