LUANDA, - Setidaknya 17 orang penggemar sepak bola tewas terinjak-injak di sebuah stadion di wilayah utara Angola, Jumat.
Polisi setempat mengatakan, puluhan orang lainnya juga terluka dan beberapa di antaranya cukup serius.
Tragedi itu terjdi dalam sebuah pertandingan liga Angola antara klub Santa Rita de Cassia melawan Recreativo de Libolo di kota Uige.
"Ada penghalah di pintu masuk Stadion 4 Januari, inilah yang menyebabkan 17 orang tewas dan 56 lainnya dirawat di rumah sakit," ujar juru bicara kepolisian Orlando Bernardo.
Bernardo menambahkan, terdapat anak-anak di antara korban tewas dan luka, tetapi jumlah pastinya belum diketahui.
Polisi mengatakan, insiden itu disebabkan karena ratusan orang memaksa masuk ke dalam stadion yang sudah penuh sesak untuk menyaksikan pertandingan.
Ratusan orang yang saling dorong itulah yang menyebabkan sejumlah orang terjatuh lalu terinjak-injak hingga tewas atau kehabisan oksigen.
"Saat pertandingan dimulai, para penggemar di luar stadion memaksa masuk Nampaknya, salah satu pintu gerbang tak kuasa menahan desakan massa," demikian pernyataan manajemen klub Recreativo di Libolo.
Kejadian semacam ini kerap terjadi di Afrika yang dipicu karena lemahnya pengawasan aparat, keamanan stadion yang buruk, serta perilaku penonton.
Pada 2009, sebanyak 19 penonton sepak bola tewas di Abidjan, Pantai Gading sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 digelar antara tuan rumah melawan Malawi.
Pada 2011, sebanyak 127 orang tewas terinjak-injak di stadion Accra, Ghana yang dipicu kekalahan tim tuan rumah.
kompas.com
0 Response to "17 Penonton Sepak Bola di Angola Tewas Terinjak-injak"
Posting Komentar