Indonesia ikut diserang teroris siber

Saat ini telah terjadi fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Di negeri ini berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serangan siber itu menyerang ke RS Harapan Kita dan RS Dharmais.

Dirjen Aplikasi dan Informatika, Semuel A. Pangerapan pun mengutuk aksi serangan siber tersebut. Pasalnya, kata dia, serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource.

"Maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber," jelas Samuel kepada Merdeka.com, Sabtu.

Semmy menjelaskan serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut.

Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden. [ang]

merdeka.com

loading...

0 Response to "Indonesia ikut diserang teroris siber"

Posting Komentar

loading...