Ini yang bikin Banyuwangi digelari The Best Festival City

Kementerian Pariwisata menobatkan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai Kota Terbaik Penyelenggara Festival atau 'The Best Festival City' di Indonesia. Penobatan itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat launching Banyuwangi Festival 2017 di Kantor Kementerian Pariwisata beberapa waktu lalu.

"Melihat dari berbagai festival yang ada di Indonesia, Banyuwangi saya nobatkan sebagai 'the best festival city', atau kota terbaik penyelenggara festival. Banyuwangi peringkat pertama," kata Arief Yahya saat memberikan sambutan beberapa waktu lalu.

Menpar mengatakan, sejak 2012 Banyuwangi rutin menggelar festival yang telah terjadwal sejak awal tahun. Penyelenggaraannya pun dinilai terus mengalami peningkatan secara kuantitas dan kualitas. Tahun 2017 ini, kata Arief, Banyuwangi menggelar 72 kegiatan dalam rangkaian Banyuwangi Festival.

Menurut Arief dengan atraksi wisata seperti Banyuwangi Festival, ada dua hal yang didapat, yakni nilai budaya dan nilai bisnis. Untuk nilai budaya berkaitan dengan tingkat kebahagiaan, sedangkan nilai komersial merupakan keuntungan secara ekonomi bagi rakyat Banyuwangi.

Konsep halal tourism Banyuwangi ©2017 Merdeka.com

Arief memberikan ‎gambaran, dengan adanya Banyuwangi Festival ‎kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah berjuluk "The Sunrise van Java" itu mencapai 80.000 orang, sedangkan wisatawan Nusantara sebanyak 3,2 juta.

Dia menjelaskan setiap satu wisatawan asing datang, rata-rata membelanjakan uangnya sebanyak 500 dolar AS. Dengan demikian, apabila dikalkulasikan uang yang dikeluarkan oleh wisatawan asing bisa mencapai 500 miliar AS.

"Sedangkan wisatawan Nusantara, ambillah rata-rata Rp 1 juta. Jadi dari wisatawan Nusantara bisa mencapai Rp 1 triliun. Jadi ada uang Rp 1,5 triliun yang berputar di Banyuwangi dari pariwisata," kata Arief, menjelaskan.

Menurut Arief, strategi yang dilakukan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas sangat tepat untuk menggelar Banyuwangi Festival, yang tahun ini mencapai 72 kegiatan sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan. Arief juga mendorong Banyuwangi ke depan agar mengembangkan wisata bahari, khususnya pengembangan marina. Menurut dia, kapal-kapal yacht dapat mendatangkan pendapatan yang besar bagi Banyuwangi.

Peresmian tpkad banyuwangi ©2016 Merdeka.com/idris

"Jika dalam setahun ada 1.000 yacht bisa berlabuh di Banyuwangi, kita bisa mendapatkan setidaknya Rp1 triliun dari spending mereka," kata Arief.

Tahun ini, Banyuwangi Festival tetap akan menyajikan event besar yang telah menjadi ikon daerah, seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Beach Jazz Festival, dan Jazz Ijen.

Selain itu, ada deretan event anyar yang akan menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi. Di antaranya adalah Banyuwangi Sail Yacht Festival dan Festival Bambu.

"Banyuwangi Festival kami hadirkan tiap tahun ibarat rangkuman bagi segenap potensi Banyuwangi, mulai seni dan budaya, kekayaan alam, dan kreativitas rakyat. Berbagai event anyar terus kami sajikan karena rakyat Banyuwangi terus berkreasi mengeksplorasi potensi dan talenta seni budayanya. Tahun ini bakal lebih kaya kandungan budaya dan potensi kreativitas masyarakat," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi ©2016 merdeka.com/moch. andriansyah

Anas mengatakan, Banyuwangi Festival digelar setiap tahun bukan hanya untuk mendongkrak sektor wisata, tetapi sekaligus upaya untuk mewadahi dan menumbuhkan kreativitas rakyat Banyuwangi.

"Seperti tahun ini kami menggelar event baru, Festival Sastra dan Festival Teknologi Inovatif. Tujuannya tak lain untuk merangsang minat anak muda pada sastra dan inovasi teknologi. Kalau difestivalkan, tumbuh perhatian pada dua bidang tersebut," ujar Anas.

Anas menambahkan, B-Fest 2017 akan menjadi ajang istimewa bagi industri fesyen daerah. Tahun ini ada 5 event untuk memamerkan potensi desainer daerah, mulai dari ajang Indonesia Fashion Week, Green & Recycle Fashion Week, Kebaya Festival, Banyuwangi Batik Festival, dan Banyuwangi Fashion Festival.

"Kami ingin para pelaku industri fesyen Banyuwangi semakin maju, mampu meningkatkan kualitas produknya sekaligus memperluas jangkauan pasarnya," ujar Anas.

Festival Barongan di Banyuwangi ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

B-Fest 2017 juga makin semarak dengan hadirnya event-event baru yang menjadi wadah bagi kreativitas anak muda dan mendorong sektor ekonomi kreatif. Seperti Festival Video Kreatif yang menampilkan potensi tiap desa dan Festival Dandang Sewu yang menyajikan kreasi di sentra produksi alat masak. "Kami ingin Banyuwangi Festival menjadi wadah bagi pemberdayaan anak muda dan ekonomi masyarakat," cetusnya.

Sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga difestivalkan antara lain Barong Ider Bumi, Seblang, Tumpeng Sewu, Kebo-keboan, hingga Petik Laut.

"Kami juga menggelar Agro Expo, Festival Durian, dan Fish Market untuk menguatkan dan mempromosikan produk pertanian serta perikanan. Misalnya, bakal ditampilkan durian merah yang menjadi buah khas Banyuwangi," ujar Anas.

Dari sisi sport tourism, selain International Tour de Banyuwangi Ijen, ada Banyuwangi International Ijen Green Run, Banyuwangi International BMX, dan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan.

Selain itu, B-Fest masih diwarnai Festival Toilet Bersih, Festival Sedekah Oksigen, dan Festival Sungai Bersih yang digelar sepanjang tahun. Tak lupa ada Festival Banyuwangi Kuliner dan Festival Kopi.

Batik Banyuwangi di IFW 2017 ©2017 merdeka.com/istimewa

"Tahun ini Festival Kuliner mengangkat pecel pithik, salah satu kuliner khas masyarakat Suku Osing Banyuwangi. Kuliner kami angkat agar makin dikenal dan wisatawan bisa bertamasya rasa di depot-depot Banyuwangi," pungkas Anas. [hhw]

merdeka.com

loading...

0 Response to "Ini yang bikin Banyuwangi digelari The Best Festival City"

Posting Komentar

loading...