Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie batal menemui Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk menyampaikan rekomendasi pergantian dan penunjukan Pelaksana Tugas Ketua Umum. Meski begitu, Yorrys menyebut rapat pleno tetap dilakukan hari ini.
Rapat pleno akan mendengarkan jawaban Setya Novanto atas rekomendasi pengunduran diri dan penunjukan Plt ketua umum. Rekomendasi itu keluar akibat merosotnya elektabilitas partai karena Novanto terjerat dan ditetapkan sebagai tersangka e-KTP.
"Enggak jadi, ya enggak apa-apa ini hari ini kita rapat pleno saja ya kan," kata Yorrys saat dihubungi, Senin.
Dia mengakui internal partai terbelah dua. Antara loyalis Setya Novanto dengan pihak yang ingin Novanto mundur dari jabatan ketum.
"Biasa lah itu kan demokrasi kan, kalau semua setuju bukan demokrasi namanya itu otoriter. Kalian kan sudah lihat orang-orang yang ingin ada pergantian ketum siapa, orang orang yang ingin tetap dipimpin Novanto siapa kalian kan lebih tahu," ujarnya.
Yorrys menegaskan bakal konsisten pada sikapnya mengambil alih dan melakukan rapat pleno membahas mekanisme pergantian ketum. Dia juga menyebut nama Airlangga Hartarto menjadi sosok yang kuat menjabat sebagai Plt Ketua Umum Golkar.
"Iya dong itu kan keputusan rapat, kita konsisten saja pada keputusan itu," ucapnya.
Terpisah, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menuturkan, rapat pleno akan membahas evaluasi atas kinerja partai sejauh ini. Dia membantah rapat pleno khusus membicarakan evaluasi atas hasil praperadilan yang memenangkan Novanto dan menggugurkan penetapan tersangka kasus e-KTP.
"Ya evaluasi terhadap kinerja partai bukan evaluasi ketua umum, kinerja partai. Kalau dari hasil evaluasi itu kemudian signifikan berpengaruh terhadap kepemimpinan ya itu yang perlu kita bicarakan," tutupnya. [noe]
merdeka.com

0 Response to "Yorrys tegaskan konsisten pegang hasil rapat penonaktifan Novanto"
Posting Komentar